E-One

It’s Me !

Trend nama ”Orang Minang”

Jika memperhatikan daftar nama di buku telepon akan muncul suatu pertanyaan di benak kita, apakah nama-nama yang muncul mengikuti trend?

Secara nalar, mungkin kita dapat menjawab ya! Kita dapat melihat bahwa trend nama mengalami perkembangan seiring waktu.

Hal menarik ini dapat kita lihat dari trend nama-nama orang Minang berdasarkan kurun waktu.

Era sebelum tahun 50-an, nama-nama orang Minang biasanya hanyalah satu patah kata yang sederhana dan mudah diingat, dan berasal dari bahasa Arab ataupun bahasa Minang sendiri. Misalnya, Rabiah, Syawal, Amirudin, Hindun dan banyak lainnya. Hal ini mungkin disebabkan saat itu trend memiliki anak banyak sedang in sehingga para orang tua kebingungan memberikan nama bagi anaknya. Hehe…

Memasuki era tahun 50-an, muncul trend nama yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya yaitu hanya terdiri atas satu kata, tapi mengalami penyeragaman. Nama-namanya biasanya dicirikan dengan awalan ataupun akhiran yang sama, untuk awalan biasanya adalah Nur-, Des-, Yus- dan banyak lainnya sedangkan akhiran yang populer biasanya –zal, -zar, -mar dan banyak lagi yang lainnya. Biasanya awalan atau akhiran tersebut disambungkan dengan kata lainnya yang akan menjadi nama panggilannya.

Memasuki era 80-an, pengaruh baratpun mulai memberikan efek pada nama-nama orang Padang. Orang tua mulai getol memberikan nama anak yang berbau Barat. Dan nama yang diberikanpun mulai bergeser menjadi dua kata. Dan nama-nama yang digemari biasanya adalah Ramos, Ferdinand, Fernandes, Ricky (Riki), dan banyak lainnya. Hal ini mungkin masyarakat telah mengenal televisi dan mengenal nama-nama yang bagi mereka menarik untuk dijadikan sebagai nama anak mereka.

Dan di era 90-an sampai 2000-an, trend nama bergeser kembali ke bahasa Arab, dan biasanya nama-nama yang diberikanpun mulai panjang-panjang mulai dari hanya dua kata sampai empat kata. Nama tersebut biasanya terdiri atas nama panggilan yang berbau Arab, nama orang tuanya atau gabungan nama orang tuanya dan nama sukunya. Nama-nama populer biasanya adalah Nadia, Salsabila, Fiqi, Fikri, Nasywa dan banyak lainnya.

Apakah nama anda mengikuti trend??

Juni 10, 2007 Ditulis oleh syofriwan | Minang Unique's | | 1 Komentar

Neil Armstrong dan Rumah Makan Padang, Apa hubungannya?

Restoran Padang atau Rumah Makan Padang ?

Hmm…

Mendengarnya akan membuat anda membayangkan sebuah meja makan dengan aneka menu dengan aroma yang mengundang selera.

Rumah makan Padang memang telah menjadi wajah Indonesia dalam hal kuliner. Hampir di seluruh pelosok Nusantara dari Sabang sampai Merauke, tersebar puluhan ribu rumah makan Padang mulai kelas bawa- pinggir jalan- sampai yang menyelusup masuk ke pusat perbelanjaan-kelas atas-, bahkan telah menjajal hingga mancanegara. Yang jelas dimana ada komunitas ”urang awak”, disana ada Rumah Makan Padang.

Penikmatnyapun beragam mulai dari orang Minang yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan masakan lain sampai beragam suku bangsa yang kecantol dengan rasanya. Rahasia suksesnya adalah racikan bumbunya yang begitu khas dan sangat cocok dengan semua jenis lidah. Namun tidak berarti masakan Padang dapat langsung diterima oleh semua orang. Beberapa menu telah mengalami adaptasi baik secara nasional maupun daerah setempat dimana rumah makan itu berada. Yang pasti kemampuan menyesuaikan diri telah membuat rumah makan ini mampu eksis dimana-mana.

Hubungannya dengan Neil Armstrong? Apakah Neil Armstrong pernah makan di Rumah Makan Padang yang mungkin waktu itu telah ada di kampungnya sana? Ternyata, tidak ada hubungannya sama sekali.

Saking banyaknya bertebaran rumah makan Padang di seluruh penjuru dunia, muncul selorohan dari pengelola rumah makan Padang bahwa Neil Armstrong melihat Rumah Makan Padang di Bulan, nah lho, apa lagi nih?

Kok ng nyambung ya?

Juni 10, 2007 Ditulis oleh syofriwan | Minang Unique's | | & Komentar